Kamis, 16 Juni 2016

ada pesan moral di crita ini



Kisah Tempayan Retak

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, yang satunya tidak. Tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh dari mata air ke rumah majikannya, sedang tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari yang seharusnya dapat diberikannnya. Tertekan oleh kegagalan ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air,”Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.””Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”

“Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air karena retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.” kata tempayan itu.


Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak dan berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.

Kata tukang air kepada tempayan retak, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu adanya, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Senin, 23 Mei 2016

Sakit gigi..? Obati dengan bawang putih.. Ini caranya..

 
Sakit gigi dapat menyerang beragam jenis umur, mulai dari anak - anak, orang dewasa hingga lansia. Rasa sakit yang disebabkan, belum tentu dapat ditahan oleh kebanyakan orang. Bukan hanya sakit yang merasa pada gigi, saat penyakit itu datang Anda akan alami susah makan, susah tidur, pusing, tidak mood, dan cepat geram atau tersinggung.
 
Emosi yang meledak - ledak dan dampak lain yang disebabkan oleh sakit gigi, akan sangat menggangu aktivitas Anda. Karena itu jangan sampai diamkan hingga penyakit itu menyerang Anda berhari- hari. Selekasnya tangani sakit gigi dengan pengobatan yang ampuh, baik medis maupun alternatif.
 
Lalu, obat apa yang paling ampuh dan cepat dalam mengobati sakit gigi? Selain pengobatan medis, Anda dapat tentukan langkah sederhana yang satu itu. Cara barusan dapat menyembuhkan sakit gigi, bahkan yang gawat sekalipun. Dengan mudah, Anda dapat mengerjakannya sendiri di rumah.
 
Satu hasil penemuan yang disibakkan oleh The Journal of Dentistry, dapatkan obat yang ampuh untuk menyembuhkan sakit gigi, bahkan yang kritis sekalipun. Bawang putih, yakni obat yang manjur dan efektif untuk mengobati sakit gigi. Seperti yang disibakkan oleh hasil riset itu, kalau bawang putih bisa dibuktikan dapat kurangi rasa sakit gigi dan menyembuhkan sakit gigi kritis.
Umumnya dari Anda, yg tak tahan bakal rasa sakit gigi bakal selekasnya pergi ke dokter untuk mengobatinya. Umumnya, pengobatan medis yang diperoleh yakni berikan obat atau obat bius yang mempunyai kandungan benzocaine, yang dapat singkirkan rasa sakit gigi. Namun, kenyataannya obat itu dapat mengakibatkan resikonya seperti reaksi alergi. Tak sama juga dengan pengobatan menggunakan bawang putih, yang lewat cara alami dapat menyembuhkan sakit gigi Anda.
Bawang putih, dapat menguatkan kesehatan gigi Anda. Langkah alami itu bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan gigi, namun bawang putih juga populer dapat bikin perlindungan penyakit jantung, aliran darah, dan jadi antioksidang yang baik untuk badan Anda.
 
 
Berikut ini langkah menggunakan bawang putih untuk mengobati sakit pada gigi Anda :
 
Ambillah satu siung bawang putih, lantas kupas kulitnya. Bersihkan bawang putih hingga bersih, menggunakan air. Lalu, haluskan bawang putih hingga benar- benar halus. Lantas, letakkan bawah putih itu ke segi gigi Anda yang sakit atau berlubang. Apabila di rasa sangat kering, Anda dapat memberi sebagian tetes minyak zaitun sebelum menggunakan bawang putih itu. Jangan sampai ditelan, cukup diamkan bawang putih di sana. Diamkan sepanjang kurang lebih lima menit. Lantas, mengeluarkan bawang putih dari dalam mulut, dan buang. Paling akhir, berkumurlah dengan air bersih dan hangat, bersihkan mulut Anda hingga bersih.
Lalu, cobalah rasakan perbedaan rasa sakit pada gigi Anda. Umumnya, sakit gigi akan sembuh sesudah beberapa menit.
 
 
 
(Sumber:http://www.yoksebarkan.com)

Kamis, 19 Mei 2016

7 Keajaiban Dunia yang Nyata

7 Keajaiban Dunia yang tidak banyak orang sadari


Disuatu sekolah seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia. Malamnya sang guru memeriksa tugas itu. Sebagian besar siswa menulis sebagai berikut,
7 Keajaiban Dunia :
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Candi Borobudur

Hampir semua siswa menjawab seperti itu, mirip-mirip. Beberapa perbedaan hanya ada pada urutan penulisan daftar tersebut.
Sang guru terus memeriksa sampai lembar yang terakhir...

Saat memeriksa lembaran yang terakhir itu sang guru terdiam..Lembaran terakhir itu milik si gadis kecil pendiam..
Isinya seperti ini :
7 Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat
2. Bisa Mendengar
3. Bisa Menyentuh
4. Bisa Disayangi
5. Bisa Merasakan
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai...

Setelah duduk terdiam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswanya. Kemudian menundukan kepalanya berdoa, mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam dikelasnya yang telah mengajarkanya sebuah pelajaran hebat, yaitu : Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban. Keajaiban itu ada disekeliling kita untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita syukuri.

Ada orang yang ingin terus bepergian ke luar neegeri, yang sering ke luar negeri menginginkan supaya tidak sering ke luar negeri. Yang di tinggal di tempat sunyi mendambakan keramaian, yang tinggal di tempat ramai mendambakan kesunyian.
Ketika single mengeluh ingin menikah. Sudah menikah mengeluh belum memiliki anak.Setelah ada anak mengeluh biaya hidup. Ternyata, suatu NAMPAK INDAH hanya karena BELUM KITA MILIKI ...

Bilakah kebahagiaan dapat diperoleh jika kita senantiasa memikirkan apa yang sudah kita miliki...
Jadilah pribadi yang selalu Bersyukur dengan rahmat dan nikmat yang Tuhan berikan pada kita..

Minggu, 15 Mei 2016

Pesan dari Alm.Bob Sadino untuk Anda


KISAH INSPIRATIF

Ini merupakan kisah nyata yang dialami Almarhum Bob Sadino yang dikira tukang sampah oleh seorang wanita yang sedang duduk-duduk di taman pribadi yang terletak di gedung perkantoran miliknya. Kita semua tau bahwa Bob Sadino adalah orang yang berpenampilan sangat sederhana dan terkenal dengan ciri khasnya yang selalu mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek, bahkan ketika bertemu dengan presiden maupun pejabat negara sekalipun.
Berikut ini kisah nyata Bob Sadino yang sangat menginspirasi.

Kisahnya, Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.Karena masih sepi, mereka pun duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmati hamparan hijau nan asri.
Selesai makan, si wanita membuang sembarangan tisu bekas pakai.Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting untuk memotong ranting. Si kakek itu menghampiri dan memungut sampah tisu itu, membuangnya ke tempat sampah. Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang lagi tanpa rasa sungkan, kakek itu pun dengan sabar memungut dan membuangnya ke tempat sampah...
Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantang berkata ke anaknya,”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu, kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia, Jelas, ya?”

Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, “Permisi, ini taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk kesini ?”

Wanita itu dengan sombong menjawab, “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.”

Di waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sangat sopan dan hormat menghampiri sambil berkata, ”Pak Presdir, hanya mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.”

Sang kakek mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu, dia berkata tegas, “Manager, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.”

Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.”

Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak, “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati orang lain, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah".

Si Wanita tertunduk malu, tanpa berani memandang si kakek...

Kakek itu adalah Bob Sadino, yang kedudukannya adalah Presiden Direktur di perusahaan tersebut.

Pelajaran penting dari cerita ini...
"Hargailah setiap orang yang anda temui, walaupun penampilan mereka biasa-biasa saja. Penampilan seseorang belum tentu (bahkan seringkali) menggambarkan kedudukan sosialnya.
Jangan pernah menghina orang yang kondisi keuangannya di bawah anda, karena suatu saat orang tersebut bisa saja berada di atas anda...
 Setiap orang layak untuk dihargai, terlepas dari kedudukan, suku, agama dan kondisi keuangannya."

Rabu, 11 Mei 2016

Cara sekolah orang-orang Jepang

SEKOLAH "KNOWING" VS SEKOLAH "BEING"



Gak heran orang-orang Jepang dari dulu sampe sekarang masih menerapkan sikap disiplinya. Alhasil teraturlah hidup mereka dan bermanfaat waktu disetiap harinya...
Disebuah perusahaan PMA dari Jepang mendapat pimpinan baru dari perusahaan induknya di Jepang. Ia akan menggantikan pimpinan yang sudah waktunya untuk balik ke negaranya. Salah seorang partnernya ditugaskan untuk mendampinginya selama Ia di Indonesia. Dia menawarkan untuk jalan-jalan dan mengenal objek wisata di kota Jakarta dan Bandung.
Pada saat mereka ingin menyeberang jalan, si orang Jepang tersebut selalu berusaha untuk mencari zebra cross, berbeda dengan dia dan orang lain yang dengan mudah menyeberang dimana saja sesukanya. Namun, orang Jepang tersebut tetep tidak terpengaruh dengan situasi. Dia terus saja mencari zebra cross atau jembatan penyeberangan setiap kali akan menyeberang. 
Akhirnya sipartner tersebut menanyakan pandangan nya mengenai fenomena menyeberang jalan tadi.

Dia bertanya, mengapa orang-orang di negara ini menyeberang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa zebra cross itu adalah sarana untuk menyeberang jalan. Sementara kenapa dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dengan sarana tersebut.

Pelan-pelan orang Jepang itu menjawab "It's all happened because of The Education System."

Kaget dengan jawaban tersebut sontak Ia membalas pertanyaan lagi " Apa hubungannya menyeberang jalan sembarangan dengan sistem pendidikan ?"

Orang Jepang tersebut melanjutkan penjelasanya, "Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yang hanya menjadikan anak-anak kita menjadi makhluk 'Knowing' atau sekedar tahu saja, sedangkan yang kedua sistem pendidikan yang mencetak anak-anak menjadi makhluk 'Being'.

"Apa maksudnya " si partner menjawab.

"Maksudnya sekolah hanya bisa mengajarkan bayak hal untuk diketahui para siswa. Sekolah tidak mampu membuat siswa mau melakukan apa yang diketahui sebagai bagian dari kehidupannya. Anak-anak tumbuh hanya menjadi 'Makhluk Knowing' hanya sekedar 'Mengetahui' bahwa :
-zebra cross adalah tempat menyeberang, 
-tempat sampah adalah untuk menaruh sampah.
Tapi mereka tetap menyeberang dan membuang sampah sembarangan.
Sekolah semacam ini biasanya mengajarkan banyak sekali mata pelajaran. Tak jarang membuat para siswanya stress, pressure dan akhirnya mogok sekolah. Segala macam diajarkan dan banyak hal yang diujikan, tetapi tak satupun dari siswa yang menerapkannya setelah ujian. Ujiannya pun hanya sekedar tahu, 'Knowing'.
Di negara kami, sistem pendidikan benar-benar diarahkan untuk mencetak manusia-manusia yang tidak hanya 'Tahu' apa yang benar tetapi 'Mau' melakukan apa yang benar sebagai bagian dari kehidupanya.
Di negara kami, anak-anak hanya diajarkan 3 mata pelajaran pokok :
1. Basic Sains
2. Basic Art
3. Social
dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dengan kejadian nyata di seputar kehidupan mereka. Mereka tidak hanya 'Tahu', mereka juga 'Mau' menerapkan ilmu yang diketahui dalam keseharian hidupnya. Anak-anak ini juga tahu persisi alasan mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu.
Cara ini mulai di ajarkan  pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaaan yang kelak akan membentuk mereka menjadi makhluk 'Being', yakni manusia-manusia yang melakukan apa yang mereka tahu benar."

Betapa sekolah begitu memegang peran yang sangat penting bagi pembentukan perilaku dan mental anak-anak bangsa. Tidak hanya sekedar berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yang hanya mampu memberi ijazah kepada para anak bangsa. 
Karakter, perilaku dan kejujuran adalah landasan untuk membangun anak didik yang lebih beradab dalam berperilaku, bukan sekadar angka-angka akademik seperti yang tertera di buku-buku raport sekolah ataupun Indeks Prestasi IPK.
Kejujuran dan etika moral adalah prioritas utama, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena setiap anak terlahir pintar dan pendidikan itu sendiri adalah perkembangan.
Oleh sebab itu, seyogyanya, kita tidak perlu terlalu risau jika seorang anak belum bisa calistung (baca tulis hitung ) atau pipolondo (ping poro lan sudo) saat masuk SD sekalipun, tapi mestinya harus peduli jika seorang anak tidak jujur dan beretika buruk.

"Pendidikan itu bukan persiapan untuk hidup, karena pendidikan adalah kehidupan itu sendiri"
(B.Dewanto).